MEMBANGUN KEPEDULIAN LINGKUNGAN DAN MENDUKUNG PROGRAM BANTUL BERSIH SAMPAH TAHUN 2025, MAHASISWA KKN-T UNIVERSITAS ALMA ATA KELOMPOK 14 MELAKUKAN SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH DI PADUKUHAN WATUGEDUG GUWOSARI

Guwosari (29/07) - Membangun generasi muda sadar lingkungan merupakan satu hal yang penting untuk dilakukan. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya menjadi contoh bagi generasi yang lebih muda untuk sadar, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian terhadap lingkungan seyogyanya perlu ditanamkan sejak usia dini terlebih pada pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Kegiatan peduli terhadap lingkungan salah satunya yaitu dengan adanya kepedulian terhadap sampah. Permasalahan sampah menjadi hal yang serius di Indonesia. Hal ini karena Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbanyak kedua di dunia. Sampai saat ini, penumpukan sampah di Indonesia menjadi masalah utama adanya pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kepedulian dengan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah merupakan hal yang perlu dilakukan oleh seluruh elemen di masyarakat. Langkah membangun kepedulian terhadap lingkungan yaitu dengan pemilahan sampah baik sampah organik maupun anorganik.

Saat ini, pemberian edukasi kepada generasi muda merupakan hal penting yang dilakukan guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi berupa sosialisasi kepada anak usia dini, pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dilakukan sebagai cara untuk membangun generasi yang sadar akan lingkungan. Dalam mendukung Program Bantul Bersih Sampah Tahun 2025 serta dalam rangka membangun kepedulian terhadap lingkungan, Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Kelompok 14 melakukan sosialisasi pemilahan sampah yang ditujukan kepada Warga Padukuhan Watugedug Guwosari salah satunya anak-anak usia dini hingga anak pada pendidikan dasar dan menengah. Mahasiswa KKN-T melakukan sosialisasi pada 29 Juli 2022 yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan bimbingan belajar yang biasa dilaksanakan setiap 2 kali dalam seminggu. Anak-anak sangat antusias dan tertarik mengikuti pembelajaran dan sosialisasi tersebut. Mahasiswa memberikan pemaparan materi yang menyenangkan yaitu dengan memberikan sosialisasi yang disampaikan melalui penyampaian cerita yang menarik, dengan tema "Kehidupan Si Monyet". Cerita ini mengisahkan seekor monyet yang dalam kesehariannya tidak pernah memperhatikan kebersihan lingkungan disekitarnya, sehingga akhirnya menimbulkan musibah yang membuat hidupnya menderita. Anak-anak mendengarkan cerita yang disampaikan dengan antusias. Anak-anak diharapkan dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut. Selain bercerita, mahasiswa juga menyampaikan edukasi cara pemilahan sampah yang baik. Hal ini dilakukan dengan praktik langsung, dimana anak-anak diminta untuk memungut sampah dan dimasukkan kedalam tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Hasilnya, anak-anak pun telah memahami dan mengerti bagaimana cara menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampahnya, baik itu sampah organik atau sampah anorganik.

                                                     Gambar 1. Praktik Pemilahan Sampah

Harapannya dari adanya kegiatan ini, anak-anak Padukuhan Watugedug dapat terbiasa untuk menjaga lingkungan yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. Mahasiswa berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat membangun generasi muda penerus bangsa yang sadar akan lingkungan sekitar. Sehingga hal ini harapannya dapat membantu mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan Program Bantul Bersih Sampah Tahun 2025.


Oleh : Miftakhurrohmah, Mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Guwosari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENERAPAN PROGRAM PENETASAN NYAMUK BER-WOLBACHIA ANTI DBD DI PADUKUHAN WATUGEDUG GUWOSARI PAJANGAN BANTUL

SEMARAK IDUL ADHA 1443 H, PELAKSANAAN PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN DI MUSHOLA NURUL HUDA WATUGEDUG GUWOSARI